333

GuangZhou, China


Poker Terpercaya - Kali ini saya berpergian ke China adalah negara yang berpendudukannya terbanyak didunia. Kali ini juga saya pergi sana karena menjalankan tugas mata kuliah saya. Disini saya ditugaskan untuk melatih kemandirian ke luar negeri sendiri. Berangkat sendiri dan mengurus segala sesuatunya sendiri dan juga dengan dana yang diusahakan sendiri.

Oklah itu tidak usah dibahas lagi, kita masuk ke dalam cerita saja. Negara china ini sebenarnya negara yang sangat maju salah satunya transportasi di china ini tidak seperti di jakarta. sebelum saya ke china, saya sudah mulai mencari-cari diinternet bahwa di Guangzhou ada kereta api bawah tanah.




Poker Online - Tapi saya tidak menyangka kalau kereta api yang disna sangat cepat dan efisien. Selama saya berada di sana, kemana-mana cuma dengan berjalan kaki dan naik kereta api itu  karena semua tempat yang ingin saya kunjungi tersambung dnegan stasiun kereta api.

Selama saya berkeliling pakai jalan kaki pun tidak ada saya temui jalan raya yang macet seperti di jakarta. Dan sepertinya orang-orang di sini sukanya berjalan kaki atau naik kereta api kalau mau berpergian jauh. Disini tidak ada motor, yang ada hanya ada skepeda listrik saja jadi polusi disini lebih baik ketimbang jakarta.

Selain transportasinya yang maju, Guangzhou juga dipenuhi dengan gedung-gedung pencakar langit. Bahkan hotel yang saya nginap itu pun letaknya di lantai 7 sebuah tower apartement. Jalan trotoarnya sangat besar sehingga pejalan kaki tidak sempit-sempitan waktu berjalan. 

Ada pedagang kaki lima juga tapi mereka tidak menggangu pejalan kaki yang lewat. Tempatnya megah sekali seperti film-film yang saya nonton. Dari perjalanan ini mengajari tentang beberapa hal yakni kemandirian yang artinya semuanya sendiri dari tiket pewasat, visa, hotel, dan lain-lain.

Terus orang-orang yang saya temui disana tidak banyak yang fasih bahasa inggris jadi taidak jarang saya harus memakai berbagai cara kreatif untuk berkomunikasi contohnya dengan menggunakan aplikasi translator atau pakai gerak tubuh. Saya sering kesasar karena karena petunjuk yang diberikan pun salah.

Dan hal inilah yang sangat penting sebelum kita berpergian ketempat yang belum pernah kita kunjungi yaitu siapkan semua apa yang harus di pakai dengan rapi. Terutama tentang itinerary karena seperti yang kalian tau kalau di sana google, Facebook dan bebebrapa situs lain di blok. 

Jadi semua saya siapkan dengan matang dari Indonesia. Alhasilnya di sana saya bisa memanfaatkan waktu dengan baik seperti di Pagi hari saya harus kemana selanjutnya di Siang hari saya harus kemana dan naik apa sampai Malam hari saya tinggal istirahat dan ngobrol-ngobrol dengan orang-orang yang ada di Hotel.

Biaya yang saya keluarkan untuk ke Guangzhou tidak terlalu mahal karena dilakukan dengan gaya backpacker. Biaya yang saya keluarkan untuk ke Guangzhou sekitar 3.900.000 itu sudah termasuk tiket PP, Visa, Penginapan, Makan disana dan belanja di sana.

Tidak ada komentar